Sumenep ( ANGKAT BERITA) – Menari di atas luka. Pribahasa itu tampaknya sesuai untuk menggambarkan oknum polisi yang bertugas di Bagian Laka Satlantas Polres Sumenep. Pasalnya, untuk pengambilan kendaraan bermotor milik korban saja dipersulit.
Jelimetnya pengurusan barang bukti (BB) ditengarai hanya menjadi akal-akalan oknum petugas yang menginginkan uang tebusan. Tak pelak kalau fenomena tersebut viral di Video TikTok (Vidtok) @aminmaxgym, 15 November 2024.
Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 8,8 juta yang menonton video itu dengan 64, 6 ribu komentar netizen. Mereka kompak menunjukan kekecewaannya terhadap penanganan Lakalantas di Satlantas Polres Sumenep.
“Tidak ada critanya gratis, klo dah berurusan dng polisi”. Komentar salah satu akun TikTok @luwakpreng yang mendapatkan like hingga 17,5 ribu.
Sementara, pemilik akun TikTok @aminmaxgym dalam video itu menyatakan, bahwa pihaknya selaku keluarga korban menyayangkan perisriwa lakalantas menjadi bancakan oknum petugas.
Menurutnya, meski kedua belah pihak yang terlibat dalam kasus kecelakaan sudah damai secara kekeluargaan, tapi pengurusan di Bagian Laka Satlantas Polres Sumenep tetap saja dipersulit.
“Saya kecewa penanganan pengambilan kendaraan motor saudara saya ini dipersulit, karena dua belah pihak ini sudah damai,” kata pemilik akun TikTok Aminmxgym.
Berdasar informasi salah satu petugas, sudah biasa di Bagian Laka dari dulu “memeras” pihak-pihak yang terlibat dalam kecelakaan. Biasanya, oknum petugas berkomunikasi dengan sesama oknum petugas lainnya dengan singkatan TO (target operasi).
16 November 2024 14:57

