Sampang,angkatberita.id Madura – Sebuah misteri mulai terungkap di balik ketidakacuhan yang ditunjukkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sampang terkait serangkaian permasalahan serius yang dihadapi masyarakat.

Salah satu yang paling mencuat adalah kurangnya tanggapan terhadap surat klarifikasi dari Tim Gabungan Aktivis Sosial Sampang (GASS) terkait penanganan limbah obat yang tidak kunjung mendapat perhatian memadai.

Gabungan Aktivis Sosial Sampang (GASS), sebagai representasi dari suara masyarakat yang prihatin akan kondisi kesehatan dan lingkungan di Sampang, telah melayangkan surat permohonan klarifikasi dan konfirmasi kepada Kadinkes Sampang, namun, surat tersebut, yang berisikan pertanyaan kritis mengenai kebijakan dan tindakan penanganan limbah obat serta dampaknya bagi masyarakat, justru tak kunjung mendapat balasan.

“Kami telah mengirim surat resmi Namun, hingga saat ini belum ada jawaban yang memadai. Hal ini sangat mengherankan, mengingat masalah yang kami angkat menyangkut kesehatan publik dan lingkungan yang seharusnya menjadi prioritas,” ujar salah satu perwakilan GASS dengan raut wajah kecewa.

Masyarakat Sampang telah lama mengeluhkan adanya tumpukan limbah obat yang berserakan di salahsatu puskesmas di kabupaten Sampang, yang tidak hanya mencemari lingkungan tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap kesehatan warga sekitar. Terlepas dari urgensi masalah ini, Kadinkes Sampang seolah memilih untuk bungkam dan mengabaikan segala bentuk upaya komunikasi yang dilakukan oleh GASS.

Pertanyaan pun mulai muncul: Apa yang sebenarnya ada di benak Kadinkes Sampang? Mengapa isu sepenting ini tidak direspon dengan cepat dan serius? Ada dugaan bahwa kurangnya tanggapan ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan karena adanya pertimbangan atau kepentingan lain yang belum diketahui publik.

Beberapa pihak berspekulasi bahwa Kadinkes Sampang mungkin menghadapi tekanan internal yang membuatnya sulit bertindak, atau ada kendala dalam sistem birokrasi yang memperlambat tanggapan. Namun, teori ini tidak serta merta dapat membenarkan ketidakpedulian yang tampak jelas dari institusi yang seharusnya bertanggung jawab atas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami hanya ingin tahu, mengapa surat kami tak kunjung dibalas? Apakah masalah ini tidak dianggap penting?” tambah seorang aktivis GASS lainnya dengan nada penuh kekecewaan.

Saat berita ini diturunkan, upaya konfirmasi langsung kepada Kadinkes Sampang juga belum membuahkan hasil. Tim redaksi kami telah berusaha melakukan konfirmasi untuk menggali lebih dalam mengenai alasan di balik kurangnya respons dari pihak Dinas Kesehatan Sampang, namun sayangnya, permintaan ini juga belum dijawab.

Situasi ini menambah ketidakpuasan masyarakat yang merasa diabaikan. Limbah obat yang bertebaran bukan hanya soal lingkungan, melainkan juga ancaman nyata bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan orang lanjut usia yang rentan. Harapan besar tertumpu pada Kadinkes Sampang untuk segera mengambil tindakan yang nyata sebelum masalah ini berkembang menjadi krisis kesehatan yang lebih luas.

Dengan segala keprihatinan ini, GASS tetap berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan mendesak adanya tindakan cepat dari pihak Dinas Kesehatan. Mereka berharap agar Kadinkes Sampang segera terbuka dan memberikan penjelasan yang transparan terkait sikap diamnya selama ini. Karena pada akhirnya, kesehatan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama bagi setiap lembaga yang berwenang.

Hingga saat ini, masyarakat Sampang terus menanti jawaban dari pihak Kadinkes yang masih menyimpan misteri besar di balik sikap bungkamnya. GASS tetap berupaya keras agar aspirasi mereka tidak lagi diabaikan.