Sampang, angkatberita.id – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) honorer asal Kabupaten Sampang, Madura, memulai perjalanan menuju Jakarta pada Senin pagi, 21 Juli 2025.

Mereka bergabung dalam Aksi Damai Nasional yang digelar oleh Aliansi Honorer Non Database BKN R4 Indonesia, menyuarakan keresahan atas ketidakjelasan status kepegawaian mereka dalam seleksi PPPK 2024.

Para peserta berangkat dengan mengenakan atribut aksi seperti kaus identitas dan pin perjuangan, mereka membawa spanduk dan poster yang berisi tuntutan, sebagai simbol perlawanan damai terhadap sistem kepegawaian yang dinilai belum berpihak pada honorer non-database, termasuk mereka yang telah lama mengabdi di bidang kesehatan.

“Kami tidak mencari sensasi, kami mencari keadilan, saat pandemi kami dibutuhkan, sekarang kami seolah dilupakan,” ujar Agus, koordinator rombongan nakes honorer asal Sampang.

Sebagian besar dari mereka merupakan tenaga kesehatan yang bekerja di puskesmas dan fasilitas kesehatan lain dengan status honorer selama bertahun-tahun, ketika pandemi melanda, mereka berada di garis depan tanpa kepastian status dan tanpa perlindungan jangka panjang, kini, dalam proses rekrutmen PPPK 2024, mereka merasa terpinggirkan.

Spanduk dan poster yang dibawa memuat pesan-pesan tegas namun damai, seperti:

“Kami tidak butuh makan gratis, kami butuh kesejahteraan.”

“Wahai Presiden! Kami Garda Terdepan Saat Pandemi. PPPK 2024 Kami Diabaikan?”

“Nakes Bagaikan Mantan – Saat Pandemi Diperjuangkan, Kini Ditinggalkan.”

Menurut Agus, keberangkatan ke Jakarta dilakukan secara swadaya. “Kami berangkat bukan karena disuruh atau digerakkan siapa pun. Ini panggilan hati,” katanya.

Dukungan terhadap keberangkatan ini datang dari berbagai kalangan sipil. Ketua LSM Garda Kawal Sampang, Mas Dayat, menyatakan bahwa perjuangan para nakes honorer ini adalah bentuk keberanian moral yang perlu dihargai.

“Mereka pernah menjadi tameng ketika negara membutuhkan, sekarang mereka hanya ingin didengar dan diakui, itu hak yang sangat wajar,” ujar Dayat.

Rombongan masih dalam perjalanan dan dijadwalkan tiba di Jakarta malam ini, mereka akan bergabung dengan peserta dari berbagai daerah untuk mengikuti rangkaian aksi damai yang dipusatkan di sejumlah titik strategis. Harapan mereka sederhana: negara hadir dan memberi solusi konkret.

“Kami tidak minta dikasihani, kami hanya ingin dihargai sebagai bagian dari sistem yang kami bantu jaga selama masa-masa sulit,” ucap salah satu peserta aksi.