Tanjung Jabung Barat||angkatberita.id-Infrastruktur yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat kini malah menuai kekhawatiran. Proyek peningkatan struktur jalan di KM 3 dan KM 4, yang baru saja selesai beberapa waktu lalu, telah menunjukkan keretakan yang signifikan. Proyek yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) ini mendapat sorotan tajam karena keretakan yang terjadi di sejumlah titik jalan.
Berada di Kecamatan Tebingtinggi, proyek yang bernomor kontrak 020/342/KONS-PPK/DPUTR/2024 ini dibiayai oleh APBD tahun 2024 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 4.818.500.000,-. Kontrak ini dimulai pada tanggal 1 April 2024, dengan masa pemeliharaan 180 hari kalender dan waktu pelaksanaan 120 hari kalender. Proyek ini diawasi oleh CV. Aldo Putra Jambi dan dilaksanakan oleh CV Putra Jambi.
Namun, hasil kerja yang diharapkan menjadi solusi bagi masalah jalan di daerah tersebut kini justru menimbulkan pertanyaan besar tentang kualitas konstruksi yang dikerjakan. Tim wartawan yang melintasi lokasi menemukan beberapa ruas jalan yang sudah mengalami keretakan, padahal proyek ini baru saja diselesaikan.
Upaya konfirmasi kepada pihak dinas terkait dan perangkat desa setempat hingga kini belum membuahkan hasil. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya ketidakberesan dalam proses konstruksi yang dilakukan.
Dalam waktu dekat, tim wartawan berencana untuk menyurati dinas terkait, aparat penegak hukum, baik Kejaksaan maupun Kepolisian, serta Bupati, guna meninjau langsung kondisi jalan tersebut dan melakukan investigasi lebih lanjut. Masyarakat berharap agar permasalahan ini dapat segera ditangani dan kualitas pembangunan infrastruktur bisa lebih diperhatikan di masa mendatang.
Keretakan yang terjadi ini bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan. Dinas PUPR diharapkan dapat memberikan penjelasan dan solusi atas permasalahan ini,agar kejadian serupa tidak terulang di proyek-proyek lain.(Sahroni)

